Jakarta, Dec 28, 2008.
Saya datang pas sekali sebelum Whistler Post tampil. Niatnya sih mau dari siang tapi apa daya karena satu dan lain hal Saya baru bisa datang jam 7-an. Sampai di Hey Folks Saya kaget karena ramai sekali. Lalu Saya segera menyusup ke tempat teman Saya berada karena memang tujuan awalnya hendak menyaksikan sahabat saya, Tania beraksi di atas panggung mini “We Are Pop!”.
Whistler Post bermain dengan sangat baik dan komentar ini cukup obyektif tanpa embel-embel pertemanan di dalamnya. Saya cukup menikmati sajian efek-efek gitar dan kegalauan yang disajikan Whistler Post. Sayang di lagu ketiga suara vokal agak tidak terdengar karena sebelum itu ada beberapa suara feedback yang mengganggu sehingga suara vokal harus dikecilkan sedikit.
Setelah Whistler Post, gantian sang empunya Hey Folks naik ke atas panggung. Saya tidak terlalu mendengarkan karena pada saat ini sedang berada di luar Hey Folks! Bercengkrama bersama teman-teman yang hadir juga pada malam itu. Permainan Ballads Of The Cliché agak terkesan galau, mungkin karena ini merupakan pertunjukan terakhir sang Keyboardis, Fino Zaini.
Dan setelah Ballads of the Cliche, hadirlah sebuah band dengan nama yang ada Lily-lilinya (maaf Saya benar-benar lupa namanya). Gosipnya dari Mbak Sari, White Shoes and the Couples Company, band ini bagus dan musiknya seperti Radiohead tapi Nona Sari-nya sendiri belum pernah melihat langsung. Anyways, karena adanya panggilan dari seorang teman yang berada di luar, Saya segera menuju ke luar lagi padahal tadinya sudah stand by di sebelah panggung akustik. Sayup-sayup terdengar lagu-lagu yg dibawakan mengiringi peristiwa makan kacang polong yg dibeli sama Mbak Mela, White Shoes and the Couples Company, diiringi komentar teman Saya yang selalu berkata "emo..." saat menyimak lagu yang sedang dibawakan
Terakhir, yang telah dinantikan hampir semua penonton pun tiba. Penampilan kelas dunia hadir ke atas panggung kecil We Are Pop! Yup, White Shoes and the Couples Company bermain dengan sangat bagus meskipun ada sedikit kesalahan-kesalahan yang ditutupi dengan baik sehingga hampir tak ada maknanya. Selama berada di atas panggung terlihat mereka semua bermain maksimal, terutama Tuan Ale yang sampai melompat-lompat bak Sondre Lerche saat bermain live di Jakarta. Performance apik ini kemudian ditutup oleh permintaan penonton agar White Shoes menambahkan satu lagu lagi malam itu.
So, meskipun gw cuma melihat beberapa band saja, menurut Saya, We Are Pop! kali ini sungguh menyenangkan. Bagaimana dengan Anda?
-teelichte-
Sunday, December 28, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment